Jumat, 22 Mei 2015

Merawat Murai Batu Mudah Hutan

Burung murai batu (copsychus malabaricus) adalah salah satu burung yang memiliki keindahan suara. Burung ini memiliki warna bulu yang dominan coklat dengan hitam. Ciri jantan dan betina pada burung murai batu yaitu terletak pada warna bulunya. Pada burung murai batu jantan warna bulu hitam agak mengkilat dan warna coklatnya agak tegas, sementara yang murai batu betina warna hitam agak kecoklatan, sedangkan bulu yang berwarna coklat agak kusam. Murai batu jantan memiliki kelebihan pada variasi lagu yang dibawakannya sedangkan betina walaupun dapat berkicau namun lagunya monoton. Murai batu adalah burung jenis petrarung atau biasa disebut buurung fighter, karena di alamnya apabila burung ini bertemu dengan burung murai lainnya maka akan langsung bertarung sambil berbunyi mengalunkan suaranya untuk mempertahankan wilayahnya. Suara kicauan sang burung jantan dapat juga untuk memancing burung murai betina.

Dalam merawat burung murai batu bakalan muda hutan langkah langkahnya sebagai berikut :

1. Apabila burung masih baru kita beli dari pasar burung (hasil tangkapan), ketika tiba dirumah jangan langsung dimandikan. biarkan saja sediakan air minumnya serta untuk pakannya kita beri kroto  (telur semut) ditambah beberapa ekor jangkrik. Untuk porsi makanan usahakan agak banyak dikarenakan burung masih baru dan memiliki resiko kematian yang cukup tinggi.

2. Berikan obat anti biotik didalam air minumnya, hal ini dimaksudkan untuk mengantisipasi adanya bakteri atau penyakit yang kemungkinan ada pada burung tersebut.

3. Burung murai batu hasil tangkapan hutan biasanya masih liar sehingga kita harus menempatkan ke dalam sangkar yang tidak terlalu besar. Kandang yang terlalu besar kurang baik bagi burung murai batu yang masih liar.

4. Setelah diberi makan dan minum kemudian sangkar dikerodong dengan menggunakan kain yang agak sedikit tebal. Simpanlah ditenpat yang teduh dan agak tenang. Jauhkan dari burung yang memiliki tipikal  yang sama, agar burung murai yang masih baru mentalnya tidak drop.

5. Setiap pagi usahakan sebelum matahari terbit keluarkan murai batu bakalan diluar rumah, buka kerodong sangkar sembari diembunkan.Biarkan sampai matahari mulai namapak, barulah beri pakan seperti kroto, jangkrik dan ulat kandang juga boleh diberikan asalkan jangan terlalu banyak beri sedikit saja. Ganti air minum dengan air yang baru.

6. Jemur burung selama lebih kurang 1/2 jam saja karena burung masih baru, boleh ditambah waktunya sedikit demi sedikit sambil diperhatikan apakah burung sudah mulai kepanasan apa belum. Biasanya apabila paruhnya mulai terbuka dengan sayapnya dibuka lebar2 hal ini menunjukan bahwa burung sudah mulai kepanasan. Ambil sangkar dan segera pindahkan ke tempat yang teduh Biarkan beberapa saat kemudian tutup sangkar dengan kerodong, Dekatkan dengan burung2 master seperti cucak jenggot, lovebird, ciblek, kenari, cililin, tengkek agar burung dapat cepat merekam suara burung 2 master tersebut. Apabila tidak memiliki burung2 master seperti diatas bisa juga dengan menggunakan suara burung master dari hp, atau music box atau alat pemutar musik lainnya .

7. Sore hari buka kerodong, bersihkan kotorannya sambil memberi tambahan extra fooding agar burung tidak kelaparan menjelang malam. Sekitar jam 17.00 atau 17.30 tutup kembali sangkar dengan kerodong dan tempatkan di dalam ruangan kembali. Sambil diistirahatkan boleh diperdengarkan lagi dengan suara2 master burung dengan suara yang tidak begitu keras. dan sedikit tips dan ini pernah saya coba dan berhasil yaitu menempatkan burung dibawah (lantai) sambil saya ngobrol dengan tamu saya, awalnya saya juga ragu namun ternyata hasilnya benar juga burung murai yang masih bakalan itu mau bunyi bahkan sampai ada 10x burung itu bunyi.

8. Selamat mencoba, jangan cepat menyerah, semoga berhasil.

Mohon maaf  kepada pembaca blog apabila masih banyak kekurangan dalam penulisan tentang perawatan burung murai batu bakalan diatas.

Rabu, 07 Januari 2015

Koleksi Mp3 Suara Burung Hasil Convert

Bagi para pengunjung blog ini yang ingin mendownload beberapa jenis suara burung dalam format mp3 kami menyediakan hasil konversi beberapa suara burung dari Youtube.

Suara Burung Anis Merah
Suara Burung Anis Cendana
Suara Burung Anis Macan
Suara Burung Anis Kembang
Suara Burung Anis Bin Bin/ Tledekan
Suara Burung Beo
Suara Burung Cucak Ijo
Suara Burung Cucak Ijo Mini
Suara Burung Cucak Ranting
Suara Burung Cucak Rawa / Cucak Rowo
Suara Burung Cucak Jenggot
Suara Burung Cucak Rante
Suara Burung Cucak Rawis
Suara Burung Cucak Keling
Suara Burung Pelatuk
Suara Burung Elang
Suara Burung Bubut
Suara Burung Puyuh
Suara Burung Poksay Asli Cina
Suara Burung Whamei
Suara Burung Pleci
Suara Burung Kenari Standar
Suara Burung Lovebird
Suara Burung Branjangan
Suara Burung Kepodang
Suara Burung Jalak Suren
Suara Burung Jalak Bali
Suara Burung Gelatik Batu / Gelatik Wingko
Suara Burung Decu / Burung Daicu
Suara Burung Kacer / Burung Haur
Suara Burung Murai Batu
Suara Burung Perkutut
Suara Burung Tekukur

untuk sementara linknya masih dipersiapkan dulu. jadi kepada pengunjung harap dalam beberapa hari. Terima Kasih atas kunjungannya.

Jumat, 02 Januari 2015

Burung Serindit (Si Kecil yang Menawan)


Burung Serindit yang memiliki tubuh kecil dan warnanya di dominasi hijau ini, ternyata memiliki suara cerecetan yang bagus terutama untuk jenis murai batu, cucak hijau, pentet dan jenis anis. Suara cerecetan yang dihasilkannyapun terkadang memiliki irama yang panjang, tajam dan keras. Dahulu burung ini hanya dipelihara oleh sebagian kecil orang sebagai burung hias dirumah. Namun saat ini burung kecil ini banyak dicari dan diburu oleh para penghobi burung kicauan sebagai master burung peliharaannya.

Merawat burung yang satu ini tidak terlalu sulit. Untuk makanannya cukup diberikan jenis makanan sayuran hijau, buah-buahan, juga serangga. Biasanya untuk buah lebih banyak diberikan buah pisang serta air minumnya diberikan gula atau bisa juga madu. Untuk buah seperti pisang sebenarnya dapat diganti dengan makanan bayi semisal SUN. Karena dalam makanan tersebut mengandung gizi yang cukup untuk kebutuhan makan burung serindit ini. Cara tidurnya burung serindit ini pun cukup unik yaitu kepalanya menggantung ke bawah. Cara berjalan burung ini mirip dengan burung paruh bengkok lainnya yaitu merambat. Ketika berbunyi suaranya terkadang terdengan keras mengalun. Sehingga banyak penghobi kicauan yang menyukai burung ini.

Selasa, 18 November 2014

Merawat & Melatih Cendet Setelah Ngurak

Cendet adalah burung sawah yang dapat menirukan suara burung jenis lain. Oleh karena itu Cendet mendapat julukan si burung sawah yang cerdas. Suara khasnya memang kurang enak bila di dengar, namun apabila ia sudah dimaster dengan suara burung lain maka suara yang dinyanyikannya akan semakin indah dan enak di dengar. Master yang baik untuk burung cendet ini adalah : cucak jenggot, love bird, cililin, belalang, burung gereja (sedang tarung), branjangan, ciblek, kenari dan jalak uret. Apabila cendet kesayangan Anda memiliki semua jenis suara burung master tersebut maka tinggal bagaimana melatih mentalnya saja agar tidak drop ketika berada di arena lomba atau kontes burung berkicau.

Menu utama pakan burung cendet adalah jangkrik. Disamping jangkrik extrafooding lainnya juga perlu diberikan semisal : kroto & ulat hongkong. Voer yang diberikan harus memiliki kandungan protein dan gizi yang baik. Merk tak jadi masalah boleh apa saja.

Ciri khas burung cendet adalah ekornya yang panjang dan akan meliuk-liuk jika sedang berbunyi. Sifat asli burung cendet adalah galak dan jika mematuk biasanya dia akan sekaligus menggigit dengan paruhnya yang tajam dan meninggalkan bekas gigitannya ditangan.
Namun apabila burung cendet ini kita pelihara sejak piyikan maka sifat galaknya akan sedikit hilang bahkan burung ini jika melihat tangan kita mendekat ia akan langsung turun seolah-oleh kita akan memberinya makan (jangkrik atau ulat).

Perawatan Cendet untuk sehari-hari ala penulis blog ini :
  1. Jam 06.30 Burung dikeluarkan dari dalam rumah, kemudian buka krodong. Biarkan bunyi sampai jam 07.00. Kemudian baru dimandikan (disemprot).
  2. Setelah dimandikan berikan jangkrik 10 ekor dan telor semut (kroto) secukupnya (1 sendok makan) itu sudah cukup, lalu dijemur hingga jam 12.00 siang. Setelah itu ambil kandang dan biarkan dulu dianginkan di teras rumah lebih kurang 15 menit. Kemudian tutup kandang dengan kerodong.
  3. Jam 15.00 sore kandang burung kembali di buka kerodongnya dan langsung dijemur. Lantas burung dimandikan beri jangkrik 5 ekor dan kroto 1 sendok makan, langsung jemur. Proses penjemuran sampai jam 16.00 sore. Setelah itu burung di kerodong kembali dan tempatkan di dalam ruangan untuk istirahat.
  4. Perawatan di atas dilakukan mulai dari hari Senin s.d. Kamis. Untuk hari Jum'at dan Sabtu menu jangkrik ditambah biasanya pagi : 10 ekor di tambah menjadi 15 ekor dan sore biasanya 5 ekor ditambah menjadi 7 ekor serta diberi ulat hongkong 3 ekor pagi dan 3 ekor sore hari.
  5. Hari Minggu ketika burung akan di lombakan pemberian jangkrik dan kroto tetap hanya ditambah ulat hongkong 5 ekor menjelang lomba. Setelah lomba kaki cendet disemprot dan kembali di beri jangkrik 5 ekor. serta ulat hongkong 3 ekor.
Burung biasanya dilombakan 2 x dalam 1 bulan ini bertujuan agar stamina burung cendet tetap stabil. Bila stamina kurang baik akan dapat mempengaruhi mental dari burung cendet itu sendiri.

Merawat dan Melatih Cendet pasca ngurak harus lebih intensif lagi. Dikarenakan biasanya burung yang selesai ngurak staminanya masih lemah dan mentalnya sedikit ngedrop bila di hadapkan dengan burung sejenisnya. Burung cendet yang baru saja selesai mengalami proses ngurak harus lebih banyak asupan nutrisinya. Extra fooding seperti jangkrik diberikan sesuai / sama dengan takaran yang sama dengan sebelum ngurak begitu juga dengan yang lainnya. Burung-burung master usahakan selalu ditempel di dekat kandang cendet. Ini bertujuan agar suara isian tidak hilang.

Rabu, 26 Agustus 2009

Teknik Menangkar/Breeding Kenari

Pertama kali yang harus dilakukan ketika kita akan melakukan proses penangkaran burung kenari adalah memilih calon indukan. Calon indukan inilah yang akan menentukan kualitas dari anakannya nanti. Apabila kualitas dari kedua indukannya tidak bagus maka anakan yang dihasilkannya pun tidak akan berbeda jauh dari indukannya.

Dalam memilih calon indukan sebaiknya pilihlah indukan Jantan yang memiliki beberapa kriteria seperti : Berbadan besar dan panjang, volume keras, irama yang dilantunkannya enak di dengar, memiliki variasi lagu, serta memiliki mental yang baik. Sementara untuk calon indukan betina carilah yang berbodi besar, panjang, volume keras, serta bermental baik. Lebih baik lagi apabila kualitas pejantan sudah terbukti di lapangan ini akan berpengaruh pada kualitas mental, lagu anakannya nanti.

Untuk menjodohkan sepasang kenari hal pertama yang perlu dilakukan adalah ; dekatkan kandang kenari betina dengan kenari jantan dalam beberapa hari. Atau bila kenari betina ketika didekatkan langsung menunjukkan sifat birahinya yaitu biasanya ditandai dengan ngriwik serta badannya sedikit turun (ngeper) maka kenari jantan bias langsung dimasukkan ke kandan kenari betina. Tetapi apabila kenari betina belum birahi maka harus ditunggu sampai benar-benar siap dan ini akan memakan waktu 2 – 3 hari paling cepat atau 1 – 2 minggu paling lama.

Bila keduanya sudah jodoh dan kenari jantan mau mengawini betina maka jarak 3 hari setelah kedua burung tersebut kawin, kenari betina akan segera bertelur. Persiapan yang harus dilakukan sebelum kenari betina bertelur adalah dengan menempatkan daun cemara angina yang sudah kering, bisa juga dengan sabuk kelapa pada kandang tersebut agar kenari betina segera menyusun sarang dan biasanya dibantu dengan kenari jantan. Namun agar mempermudah dalam proses pembuatan sarangnya harus kita bantu sedikit yaitu dengan menyediakan tempat sarang yang sudah banyak tersedia di kios-kios burung, atau dengan membuat sendiri kotak dari kardus atau tripleks. Pada kotak tersebut kita masukkan sedikit daun cemara kering atau sabuk kelapa agar kenari betina segera terpancing untuk membuat sarangnya.

Kenari betina akan bertelur sebanyak 3 atau 4 bahkan bisa juga lebih dari itu tergantung dari kualitas burung itu sendiri. Namun pada umumnya maksimal jumlah telur burung kenari adalah 3. Pemberian makanan seperti, telur puyuh rebus dan sayuran harus diberikan setiap hari ketika burung kenari jantan dan kenari betina dijodohkan dan masa kawin. Telur puyur usahakan jangan diberikan ketika indukan betina mengeram. Sebaiknya diberikan canary seed dan sayuran saja. Pemberian vitamin A juga perlu diberikan pada saat kenari betina. Hal ini dimaksudkan agar kualitas telur lebih baik juga jumlah telur yang dihasilkan nanti lebih banyak.



Setelah habis masa bertelur biasanya kenari betina langsung mengeram. Masa pengeraman biasanya berlangsung selama lebih kurang 14 hari (2 minggu). Pada masa-masa itu indukan betina jarang sekali makan atau minum. Oleh karena itu berilah secara rutin vitamin khusus untuk stamina burung yang banyak tersedia di toko/kios burung, agar stamina burung kenari betina tetap terjaga serta usahkan makanan selalu tersedia. Hal ini bertujuan agar pada saat telurnya nanti menetas indukan betina akan senantiasa meloloh anakannya dengan baik.

Menjelang 1 hari sebelum masa tetas telur kita harus menyediakan beberapa makanan khusus untuk persiapan indukan meloloh piyikan. Makanan tersebut berupa campuran kuning telur ayam /telur puyuh dengan tepung kacang hijau atau bisa juga makanan buat bayi, serta sayuran. Makanan tersebut kita letakan pada kandang juga jangan lupa air minum diberi vitamin.. 

Masa-masa kritis pada piyikan kenari biasanya ketika usia anakan kurang dari 7 hari bila anakan tersebut dalam pengasuhan induknya. Setelah melewati 7 hari biasanya anakan akan bertahan hingga mereka dapat keluar dari sarang sendiri. Namun kita juga harus tetap waspada sebab, pada kemungkinan penyakit yang kerap muncul dan menyerang anakan kenari (kenari muda). Sediakan selalu obat-obatan khusus seperti : obat cacing (khusus untuk burung) dan obat untuk gangguan pada pernafasan.

Pada usia 21 hari atau 3 minggu biasanya anakan sudah dapat makan sendiri. Makanan diberikan sebagaimana kenari dewasa yaitu : canary seed, sayuran serta telur puyuh. Pemberikan susu bubuk pada anakan kenari sangat berpengaruh sekali pada proses pertumbuhan serta kecerdasan anakan burung kenari tersebut. Anakan kenari setelah berusia 15 hari boleh dijemur namun jangan terlalu lama cukup 10 menit saja. Itupun waktunya ketika pagi hari sebelum jam 9.00, sebab sinar matahari pagi sangat baik untuk kesehatan burung tersebut.

Pada usia 1 atau 1,5 bulan anakan kenari tersebut dapat kita jual dengan harga sesuai standar pasaran. Namun harus dilihat dulu kualitas warna serta suaranya. Jika menurut pengamatan kita anakan tersebut memiliki corak warna yang bagus serta volume saat ngriwik terdengar keras dan panjang maka sebaiknya untuk anakan kenari seperti ini kita beri harga lebih tinggi apalagi ditunjang oleh indukan kenari jantan juara. Namun tak ada salahnya jika memiliki anakan kenari yang berkualitas bagus sebaiknya kita persiapan untuk bibit pada ternakan kita selanjutnya.

Demikianlah tulisan ini dibuat agar seluruh pecinta burung kenari dapat memahami teknik beternak burung kenari, serta dapat memahami arti penting dalam hal beternak kenari.Semoga tulisan ini dapat bermanfaat. 

Membedakan Jenis Kelamin Cucak Hijau Bakalan

Untuk membedakan jenis kelamin pada burung cucak hijau yang masih bakalan salah satunya yaitu dengan melihat pada bagian mata. Disekeliling mata terdapat warna kuning atau warna putih. Apabila warna sekelilingnya adalah berwarna kuning maka biasanya itu adalah jantan.Sebaliknya apabila disekeliling mata tersebut berwarna putih maka jenis kelamin burung tersebu betina. Hal ini sudah dibuktikan beberapa kali oleh saya ketika membeli bahan cucak hijau. 
Yang perlu dikhawatirkan adalah perilaku nakal pedagang burung apabila ia tidak jujur. Burung betina bisa saja ia katakan jantan untuk memperoleh keuntungan besar namun tak halal. Oleh karena itu jika Anda membeli bakalan cucak hijau carilah ciri2 sebagaimana disebutkan diatas tadi atau bila perlu mengajak teman/saudara yang lebih memahami tentang ciri-ciri bakalan cucak hijau.

Selasa, 15 April 2008

Tips Merawat Cucak Hijau Agar Tampil Ngentrok

Sepertinya kurang sempurna bila Cucak Hijau berkicau tidak mengeluarkan gaya ngentroknya. Bila cucak hijau Anda ingin tampil ngentrok berikut ini saya memberikan tips seputar perawatan cucak hijau agar penampilannya semakin memukau ketika di lapangan.
Hal yang harus dilakukan adalah :
1. Pagi jam 6.00 bila cuaca cerah (tidak mendung atau dingin) , burung di keluarkan dari dalam rumah kemudian buka kerodong sangkar. biarkan berkicau.
2. Jam 7.00 burung mulai dimandikan dengan cara dimasukkan ke dalam bak keramba (tempat mandi burung). Biarkan mandi sepuasnya. Dengan catatan kondisi cuaca baik.
3. jam 7.30 burung dijemur. Berikan jangkrik 3 - 5 ekor kroto, kroto 1 sendok teh buah jika sudah busuk ganti dengan yang segar. Buah diganti setiap hari dengan diselang-seling. Buah yang diberikan biasanya pisang dan apel.
4. Berikan ulat bumbung 1 ekor. pemberikan ulat bumbung diberikan 3 x dalam 1 minggu.
5. Setelah burung dijemur sekita 2 - 3 jam (tergantung kondisi burung tersebut tahan jemur lama apa tidak). Turunkan sangkar lantas dianginkan beberapa menit setelah itu dikerodong.
6. Sore harinya sekitar Jam 15.00 atau 15.30. Burung siap untuk dimandikan lagi. Sama seperti pagi hari. Saat di jemur berikan jangkrik 3 ekor sambil di cek voor dan air minumnya.
7. Menjelang lomba (H-3) perlakuan mandi jemur sama, namun pemberian extra fooding seperti jangkrik di tambah pagi 7 - 10 ekor, sore 7 - 10. Berikan tambahan seperti ulat hongkong 3 ekor guna memacu daya tempur saat dilapangan.
8. Pada Hari (H-1) menjelang lomba , burung hanya dimandikan lantas dijemur extra fooding sama dengan point 7. Namun setelah dijemur dan anginkan kerodong sangkar hingga besok pagi.
9. Pada hari H sebelum berangkat , bersihkan kotoran, cek voor dan buah ganti yang segar. Berikan jangkrik 7 - 10 + ulat bumbung 1 + 3 ulat hongkong. Tanpa di Mandikan atau dijemur.

Selamat Mencoba Semoga Berhasil !

Anis Merah, Serindit, Kacer, Anis Kembang, Murai Batu, Kenari, Canary, Cucak jenggot

Loading...